Adrian Fernandez Ungkap Sulitnya Kejar Grup Terdepan di Moto3 Ceko 2026

Adrian Fernandez mengungkap kendala mengejar grup terdepan Moto3 Ceko 2026. Pembalap Leopard Racing itu kini menatap seri Assen.

Adrian Fernandez membagikan kisah perjuangannya saat menghadapi balapan Moto3 Ceko 2026 yang berlangsung pada Minggu (21/6/2026). 

FOTO: LEOPARD RACING

Pembalap Leopard Racing tersebut harus bekerja keras untuk mengejar rombongan terdepan yang dihuni sejumlah rider cepat, termasuk wakil Indonesia, Veda Ega Pratama.

Memulai balapan dari luar posisi 10 besar, Adrian Fernandez menyadari bahwa start yang maksimal menjadi kunci untuk membuka peluang merangsek ke barisan depan. 

Upaya itu sempat berjalan sesuai rencana karena ia mampu memperbaiki beberapa posisi pada fase awal lomba.

Meski demikian, pembalap asal Spanyol tersebut mengakui tantangan terbesar muncul ketika mencoba mengejar kelompok pembalap yang berada di depan. Jarak yang terlanjur terbentuk membuat tugas tersebut tidak mudah untuk diwujudkan.

Pada akhirnya, Fernandez menyelesaikan balapan di posisi ke-14. Hasil itu membuatnya tertinggal sekitar 12 detik dari Hakim Danish yang berhasil keluar sebagai pemenang Moto3 Ceko 2026.

Diketahui, grup terdepan dalam balapan tersebut diisi oleh enam pembalap yang terus bersaing sejak pertengahan hingga akhir lomba. Veda Ega Pratama menjadi salah satu anggota rombongan tersebut dan berhasil menuntaskan balapan di posisi kelima.

“Hari ini, semua juga berjalan tidak mudah,” ujar Fernandez seperti dikutip dari laman resmi Leopard Racing melalui Juara.net.

“Saya fokus untuk melakukan start yang bagus.”

“Semula, semua berjalan cukup lancar. Kemudian saya harus kehilangan banyak waktu karena menyalip pembalap lain.”

Fernandez menjelaskan bahwa secara umum dirinya merasa cukup nyaman dengan performa sepeda motor yang digunakan. Namun, kenyamanan tersebut belum cukup untuk membantunya mempertahankan kecepatan yang diperlukan demi mengejar kelompok terdepan.

“Kenyamanan saya dengan sepeda motor sebenarnya cukup baik.”

“Kendati demikian, saya tidak bisa menjaga pace yang bagus guna mengejar rombongan terdepan,” tuturnya.

Setelah menuntaskan seri Ceko, para pembalap Moto3 akan langsung bersiap menghadapi Moto3 Belanda 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 26-28 Juni 2026 di Assen. Menatap balapan berikutnya, Adrian Fernandez membawa harapan besar untuk memperbaiki hasil yang diraih sejauh ini.

Sebagai informasi tambahan, musim ini tidak berjalan mudah bagi Fernandez. Ia sempat menerima hukuman pembongkaran mesin dan kini berada di posisi ke-20 klasemen sementara setelah enam balapan awalnya berujung diskualifikasi.

Dalam upayanya mengejar pembalap di depan saat balapan di Ceko, Fernandez juga mengalami momen yang merugikan. Insiden tersebut membuatnya kehilangan momentum dan harus kembali tercecer dari persaingan kelompok yang lebih depan.

“Saat fokus mengejar, saya malah mengalami momen besar,” ungkapnya.

“Situasi itu membuat saya harus kembali merosot ke belakang.”

“Saya kehilangan banyak sekali waktu serta posisi.”

Meski menghadapi berbagai kendala sepanjang musim, adik dari pembalap MotoGP Raul Fernandez itu tetap menunjukkan optimisme tinggi. Ia meyakini bahwa situasi sulit yang sedang dihadapi tidak akan berlangsung selamanya dan menjadi motivasi untuk bangkit pada seri berikutnya.

“Jalan kami memang tidaklah mudah, namun saya yakin saya akan kembali lebih kuat.”

“Saya tentu berharap bisa mendapatkan hasil yang lebih baik di Assen,” kata Fernandez menutup pernyataannya.