Jorge Lorenzo Sebut Marc Marquez Masih Sulit Ditandingi

Jorge Lorenzo menilai Marc Marquez masih unggul di MotoGP. Cedera jadi penghalang utama yang membuatnya gagal menambah banyak gelar dunia.

Pebalap legendaris MotoGP, Jorge Lorenzo, memberikan pandangan menarik mengenai dominasi Marc Marquez yang hingga kini masih menjadi salah satu pembalap paling disegani di ajang balap motor paling bergengsi tersebut.

FOTO: LIGAOLAHRAGA.COM

Menurut Lorenzo, para pembalap generasi saat ini belum mampu menghadirkan persaingan seketat yang pernah ia rasakan ketika masih aktif bertarung di lintasan bersama Valentino Rossi dan Dani Pedrosa. Penilaian itu muncul seiring kembali menguatnya dominasi Marquez dalam beberapa seri terakhir MotoGP musim ini.

Marc Marquez kembali menjadi sorotan setelah menunjukkan performa impresif bersama Ducati. Meski telah berusia 33 tahun dan sempat mengalami periode sulit akibat cedera serius pada lengan kanannya pada musim 2020, pembalap asal Spanyol tersebut dinilai masih berada di level yang lebih tinggi dibanding sebagian besar rivalnya saat ini.

Bagi Jorge Lorenzo, cedera yang dialami Marquez beberapa tahun lalu menjadi faktor utama yang menghambat laju sang pembalap dalam menambah koleksi gelar juara dunia. Ia menilai kemampuan Marquez tidak pernah benar-benar menurun, namun kondisi fisik dan keterbatasan motor pada periode tertentu membuatnya gagal mempertahankan dominasi secara konsisten.

"Yang kurang dari Marquez pada tahun-tahun ketika dia tidak menang hanyalah motor yang kompetitif dan kondisi fisiknya akibat cedera. Tanpa cedera pada 2020 dan dengan motor yang setara dengan rival-rivalnya, dia mungkin akan memenangkan setiap kejuaraan dunia," kata Lorenzo kepada GPOne.

Pernyataan tersebut memperlihatkan keyakinan Lorenzo terhadap kualitas Marquez yang menurutnya tetap menjadi acuan performa di kelas utama MotoGP. Mantan juara dunia MotoGP tiga kali itu bahkan memperkirakan jumlah gelar juara dunia yang dimiliki Marquez saat ini bisa jauh lebih banyak apabila tidak terganggu cedera.

Menurut perhitungannya, Marquez berpeluang mengoleksi sekitar 12 hingga 13 gelar juara dunia pada periode sekarang. Jumlah tersebut akan membuatnya semakin dekat dengan rekor milik legenda balap motor dunia, Giacomo Agostini, yang masih menjadi pemegang rekor gelar terbanyak.

Selain menyoroti pencapaian Marquez, Lorenzo juga membandingkan atmosfer persaingan pada era ketika dirinya masih membalap dengan situasi MotoGP saat ini. Ia menilai rivalitas pada masa lalu berlangsung jauh lebih ketat karena beberapa pembalap papan atas mampu memberikan tekanan secara konsisten di hampir setiap seri.

"Dalam generasi kami, bersama Valentino dan Pedrosa, kami selalu berada sangat dekat dengannya. Mungkin ada beberapa sirkuit di mana dia sedikit lebih unggul, tetapi persaingannya sangat ketat," ujarnya.

Menurut Jorge Lorenzo, kondisi tersebut berbeda dengan yang terjadi saat ini. Marquez dinilai masih memiliki margin keunggulan yang cukup jelas atas sebagian besar pembalap generasi baru. Keunggulan itu kembali terlihat setelah pembalap Ducati tersebut berhasil memenangi dua balapan terakhir, termasuk kemenangan pada MotoGP Ceko yang berlangsung di Sirkuit Brno.

Meski demikian, Lorenzo tidak melihat dominasi Marquez akan berlangsung tanpa hambatan sepanjang musim. Ia meyakini masih ada beberapa pembalap dan tim yang memiliki peluang untuk mengganggu performa sang juara dunia delapan kali tersebut pada seri-seri tertentu.

Aprilia menjadi tim yang dianggap berpotensi memberikan perlawanan. Melalui Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, pabrikan asal Italia itu dinilai memiliki kemampuan untuk menantang Marquez, terutama pada lintasan yang karakteristiknya lebih sesuai dengan performa motor mereka.

Dengan persaingan yang masih berlangsung panjang, Lorenzo menilai MotoGP tetap menyajikan dinamika menarik. Namun hingga saat ini, Marc Marquez masih dianggap sebagai standar tertinggi yang harus dikejar oleh para rivalnya di lintasan balap.